Hutan
Hutan setiap tahunnya mampu menghasilkan sekitar 3,3 miliar meter kubik kayu (termasuk 1,8 milyar meter kayu bakar dan arang) selain itu dihasilkan pula dari hutan beberapa produk non kayu seperti bahan makanan, obat-obatan, air bersih, dan manfaat estetika atau rohani kepada jutaan orang di dunia. Hutan adalah rumah bagi lebih dari setengah dari seluruh spesies satwa yang hidup di darat. Hutan merupakan bagian penting dari ekosistem.
Hutan (dan juga lautan) menyerap dan menyimpan karbon hingga saat ini; karena itu mereka dianggap “penambat / penyerap karbon (carbon sink)”. Namun ketika hutan ditebang dan kayu-kayu yang ada terbakar maka karbon dilepaskan kembali sebagai CO2 di atmosfer. Oleh karena itu, melestarikan hutan (dan menanami lahan hutan ) berarti ikut mengurangi emisi karbon dioksida di atmosfer.
Total kandungan karbon di dalam sistem ekologi hutan diperhitungkan mencapai 638 Giga Ton, menurut FAO (2005), jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan kandungan karbon di dalam atmosfer.
Dari total luas lahan di bumi, sekitar 30% ditutupi oleh hutan, dimana 95% merupakan hutan alami dan 5% adalah hutan-hutan tanaman (man-made forest).
Amerika Selatan memiliki persentase tertinggi tutupan hutannya (yaitu sekitar 50%) dan Asia memiliki persentase terendah (kurang dari 20% dari luas daratan). Lima negara dengan kawasan hutan terbesar adalah: Federasi Rusia, Brasil, Kanada, AS, dan Cina. Gabungan hutan negara-negara ini mencapai luasan lebih dari setengah kawasan hutan dunia. Tiga wilayah hutan tropis utama di dunia , pada umumnya menghadapi ancaman deforestasi, antara lain: Amazon, Asia Tenggara, dan Kongo Basin.
Tutupan hutan makin meningkat di Cina, Norwegia, dan India, sedangkan laju deforestasi yang tergolong masih tinggi mencakup: Nigeria, Brasil, dan Indonesia. Nigeria di Afrika telah menebang hutan hingga mencapai tingkat 3,7% per tahun. Di masa depan laju kehilangan hutan diharapkan makin menurun, dan deforestasi sepenuhnya akan berhenti pada tahun 2020.








